Navigation Menu

Teori dan Perilaku Organisasi : Perilaku Kelompok



Pengertian Kelompok
  1. 1. Kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama, yang secara bersama berupaya mencapai tujuan ( Robbin, 2003 )
  2. 2. Kelompok adalah kumpulan individu dimana perilaku dan kinerja suatu anggota dipengaruhi oleh perilaku atau prestasi anggota lainnya ( Gibson, 1996 )
Konsep dasar keompok
  1. 1. Peran : Kelompok yang satu memiliki kebutuhan akan peran yang berbeda bagi para anggotanya ketika diperbandingkan dengan kelompok lain.

         a) Presepsi Peran
          Suatu sudut pandang mengenai bagaimana seseorang harus bertindak dalam situasi tertentu

         b) Expektasi Peran
         Bagaimana orang lain meyakini seseorang akan bertindak dalam situasi tertentu

         c) Konflik Peran
       Situasi ketika individu dihadapkan pada dua atau lebih expektasi peran yang saling bertentangan


  2. 2. Nilai/ Norma : Kelompok mengembangkan pola hubungan sosialnya sendiri, termasuk kode dan praktek ( norma ) yang patut ditunjukkan lewat perilaku kelompok tersebut, termasuk sistem sanksi

  3. 3. Status : Tingkat prestise, posisi, atau peringkat didalam kelompok. Status bisa ditentukan secara formal oleh kelompok

  4. 4. Ukuran : Menentukan perilaku keseluruhan dari suatu kelompok. Kelompok berukuran kecil lebih cepat menyeselesaikan tugas ketimbang kelompok yang besa

  5. 5. Komposisi : Kegiatan kelompok butuh variasi keahlian dan pengetahuan. Kelompok heterogen memungkinkan mempunyai kemampuan dan informasi lebih
TIPE KELOMPOK
1. Kelompok Formal
Suatu kelompok kerja yang ditandai dengan struktur organisasi, aturan, fungsi, dan lain- lain
    a) Kelompok Komando ( command group )
    Kelompok yang tersusun oleh atasan dan bawahan dan ditentukan oleh bagan organisasi

    b) Kelompok Tugas ( task group )
    Kelompok yang ditetapkan secara organisasional

2. Kelompok Informal
Suatu kelompok yang tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkan secara organisasi
    a) Kelompok Kepetingan ( interest group )
   Kelompok yang bekerjasama untuk mencapai suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian bersama
    b) Kelompok Persahabatan ( friendship group )
   Kelompok yang bersama – sama karena mempunyai kesamaan karakter

TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK 

Kelompok biasanya berkembang melalui sebuah urutan terstandar dalam evolusi mereka. Kita menyebut model ini model lima tahap perkembangan kelompok. Namun tidak semua kelompok mengikuti pola ini, model tersebut adalah sebuah kerangka kerja yang berguna untuk memahami perkembangan kelompok.
1.      Menurut B.W. Tuckman dan M.A.C. Jensen dalam Robbins dan Coulter (2004) dengan model 5 tahap.
a.       Pembentukan adalah fase awal yang dicirikan dengan ketidak pastian tujuan, struktur dan kepemimpinan kelompok.
b.      Badai adalah tahapan kedua yang dicirikan oleh banyaknya konflik dalam kelompok.
c.       Penormaan adalah tahapan ketiga yang dicirikan adanya hubungan yang akrab dan suasana keterpaduan/ kekohesifan dalam kelompok.
d.      Pelaksanaan adalah tahapan keempat, dimana kelompok telah berfungsi dan diterima anggota.
e.       Pembubaran adalah tahapan terakhir untuk kelompok yang sifatnya sementara, yang dicirikan oleh adanya kepedulian untuk menuntaskan kegiatan-kegiatan penutupan bukannya melaksanakan tugas atau pekerjaan
2.       Menurut Gibson dan Kawan-kawan (1996), dengan model empat tahapan, sebagai berikut.
a.       Penerimaan bersama adalah dimana anggota menolah untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Tak mau mengekspresikan ide, sikap dan keyakinan mereka.
b.      Komunikasi dan pengambilan keputusan adalah fase dimana telah mulai ada komunikasi yang terbuka, diskusi, interaksi untuk menyelesaikan tugas.
c.       Motivasi dan produktivitas, pada fase ini ada upaya menyelesaikan tujuan kelompok.
d.      Pengendalian dan organisasi, sudah tercipta afilasi, regulasi dan norma kelompok. Lebih mengedepankan tujuan kelompok dibandingkan individu.
3.       Menurut Indriyo Gitosudarmo dan Nyoman Sudita (1997), dengan model empat tahap, sebagai berikut.
a.       Tahap orientasi, suatu tahapan di mana anggota mencoba untuk memahami tujuan kelompok dan peranan masing-masing anggota.
b.      Tahap konfrontasi, yang ditandai adanya konflik karena perbuatan kekuasaan dan pengaruh. Jika konflik dapat diatasi maka perjalanan kelompok menuju kematangan semankin mendekati  kenyataan.
c.       Tahap deferensiasi, suatu tahapan dimana perbedaan masing-masing individu diakui, tugas perkerjaan berbasis keahlian dan kemampuan masing-masing individu. Pada fase ini anggota sudah mulai merasakan sukses yang dicapai kelompoknya
d.      Tahap kolaborasi, adalah suatu fase di mana suatu kelompok sudah mencapai tingkat kematangan yang tinggi. Komitmen dan kekompakan yang begitu tinggi. Keputusan dan solusi masalah dilakukan melalui diskusi yang rasional.



Teknik pengambilan Keputusan dalam kelompok

  • A. Teknik kelompok nominal
    •        a. menulis gagasan
    •        b. pencatatan gagasan
    •        c. pembahasan gagasan
    •        d. pemeringkat gagasan
  • B. Brain Stroming
  • C. Interkasi kelompok  :  Para anggota bertemu muka dan bergantuk pada interkasi komunikasi verbal dan non verbal



by : Sebastianus Sembara Mahasiswa S1 Sistem Informasi STIKOM Surabaya

0 komentar: